Monday, September 03, 2012

Branding For UKM

Monday, August 13, 2012

Creative Open Recrutment


Labels: ,

Monday, July 23, 2012

Semi Workshop Muslimpreneur

Tuesday, April 10, 2012

LfL #02 Surabaya

Thursday, January 12, 2012

IMC vs IMC

Labels: , ,

Thursday, March 24, 2011

Talkshow PRS #02 Plus CV Singkat Narasumber

Labels: , ,

Wednesday, March 16, 2011

Talkshow PRS #02




Labels: ,

Wednesday, February 16, 2011

accept our challenge

Monday, November 08, 2010

Melting Line

Berbicara Iklan Sekarang!

Perkembangan periklanan di era sekarang barangkali tidak sama dengan sepuluh tahun yang lalu apalagi berbicara dua puluh tahun sebelumnya. Istilah Above the Line dan Below the Line yang pada awalnya dimunculkan oleh Procter & Gambler sebuah brand besar kelahiran Amerika yang bertujuan untuk memisahkan aneka ragam iklan yang mereka gunakan dalam memasarkan produk-produknya (Jeffkins, 1994). Dalam sejarahnya pemisahan dua garis itu untuk mempermudah pengurusan biaya administrasi karena yang satu berbea dan yang lainnya tidak, dalam pemasangannya di media. Pada perkembangannya ATL dan BTL dikenal untuk menunjukkan mana media utama (ATL) dan media pendukung (BTL). Namun sekarang, dengan melihat perkembangan kompetisi antar brand, bagaimana agar tampil lebih dekat dengan konsumennya dan terlihat hebat, maka ATL dan BTL sudah tidak lagi bisa diterapkan seperti dua puluh tahun yang lalu. Bahkan ada seorang teman mengatakan dalam obrolan di siang bolong “ ATL & BTL? Commission based & non commission based... mmmh but this is 50 years out of date!”.

ATL & BTL sekarang ini dilihat lebih sebagai sebuah strategi. ATL lebih ke thematic dan BTL berbicara tactical.

Thematic : Seeks to tell you about the brand and change your view of it (telling)

1. Builds brands by communicating brand values and product benefits

2. Long-term positioning

3. Building share of minds and share of market

4. Reassures existing users that brand is still there


Tactical : Seeks to build a relationship between you and the brand (apealling)

1. Urgent purpose

2. Short-term goals

3. Improving sale

4. Invites consumer to enjoy a relationship with the brand quickly

Meminjam kalimatnya Ibu Amalia E. Maulana, praktisi senior bidang marketing dan periklanan,bahwa dengan situasi baru seperti sekarang ini, jasa yang ditawarkan oleh biro iklan dan biro pendukung kegiatan komunikasi non-iklan sudah sangat terfragmentasi, penggunaan istilah komunikasi ATL vs BTL menjadi tidak relevan lagi, dan sudah waktunya ditinggalkan. Adapun istilah baru, TTL (Through the Line), tidak akan menjadi solusi untuk memperjelas perbedaan konsep dan prinsip dalam kegiatan komunikasi pemasaran. Mungkin ada baiknya mulai sekarang kita lupakan saja istilah LINE. Forget the line! It is the end of the line,begitu kata beliau.Sudah selayaknya dalam perkembangan brand, teknologi, dan jasa bidang periklanan, agency periklanan dalam hal ini agency lokal harus melakukan upaya peningkatan kemampuan,terutama untuk menjadikan brand yang ditangani berhasil diterima oleh konsumen dengan baik. Tidak sekedar berhasil dalam brand awareness tetapi juga image building sekaligus menjadi brand loyalty bagi konsumennya.Perspektif Strategic Brand Planner dalam menyusun Integrated Marketing Communications(IMC), sebaiknya lebih didasari oleh tujuan komunikasi brand.Pinasthika Advertising Festival sebagai sebuah ajang periklanan yang diikuti oleh seluruh agency lokal se-Indonesia dan Asia, menjadi sangat relevan untuk melatih kemampuan dan ketajaman agency dalam mengasah kreativitas dan berbagai hal yang berhubungan dengan periklanan. Mengukur sejauh mana proses kreatif dan output kreatif dalam menangani sebuah brand, termasuk upaya melakukan pengembangan dalam variasi media yang digunakan.Digital Marketing, idola baru dalam aktivitas branding saat ini selayaknya juga tidak sekedar dipandang sebagai media yang 'sendiri'. Tampak 'sakti' layaknya seorang pendekar silat yang hebat, mampu secara individu mengalahkan musuh-musuhnya tanpa bantuan orang lain. Tentu dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama ketahanan fisiknya akan berpengaruh. Perlu dukungan dengan berbagai pihak sehingga mampu melakukan 'peperangan' dalam rentang waktu yang lebih lama. Sehingga Digital Marketing disikapi sebagai satu bagian kecil (walaupun sangat berpengaruh) dan merupakan salah satu bagian dari strategi besar di dalam Integrated Marketing Communication (IMC)


Kreatifitas adalah senjata terbaik

Ratusan entry yang dilombakan di ajang bergengsi Pinasthika Advertising Festival yang jumlahnya selalu meningkat dari tahun ke tahun, kini telah menjadi primadona insan kreatif di seluruh Indonesia dan menjadi wahana yang sangat baik untuk melakukan peningkatan kualitas diri. Walaupun disana sini banyak sekali yang berkomentar miring terhadap karya yang dilombakan. “Sekarang kalau diliat bener nih... iklan-iklan yang ada sama saja... paling-paling beda di eksekusinya doank! Nggak ada perkembangan yang signifikan gitu...”

atau..., “Nih iklan kok Thailand banget seh, napa nggak bikin yang citarasa Indonesia gitu... lokal colornya nggak mencerminkan budaya sendiri”.

Dan masih banyak lagi pendapat miring tentang sebuah kompetisi periklanan.

Ada sudut pandang berbeda ketika berbagai komentar di atas kita sikapi dengan kacamata positif, bahwa ajang bertemunya insan periklanan di Pinasthika Advertising Festival adalah bagian dari 'arisan' nasional tanpa kocokan undian yang di dalamnya terjadi interaksi untuk saling belajar dan menempa diri. Ada Ad Seminar, Ad Gallery, Ad Expo, Meet the Jury Forum, dan masih banyak lagi agenda yang bisa dimanfaatkan oleh semua pecinta dunia periklanan. Tidak hanya para praktisi periklanan namun juga mempertemukan para akademisi, mahasiswa, pemilik brand besar maupun kecil, semuanya akan mendapatkan wahana untuk saling bertukar pikiran dan belajar.

Kreativitas memang menjadi senjata terbaik untuk mempertemukan berbagai pihak yang ada hubungannya dengan industri ini. Dengan perkembangan teknologi, dan kesamaan mendapatkan akses informasi maka kemampuan insan periklanan dewasa ini boleh dikatakan merata. Sudah tidak ada lagi agency besar maupun kecil, perorangan maupun kelompok. Ketika seluruh karya terpajang di dinding yang sama, yang berbicara adalah ide/ kreativitas. Sejauh mana sebuah karya iklan mampu berkomunikasi dengan baik dan kualitas eksekusi yang 'ciamik'.


Pinasthika sebagai alasan untuk bertemu

Seperti paragraf yang ada di atas, sebaiknya sudah tidak ada lagi garis dalam sebuah media. Lebih baik dibuang dan mantap untuk mengatakan no line advertising! Tidak ada lagi pembatas agar kita semakin bebas dan liar untuk berkreasi. Era digital sebaiknya disikapi cerdas sebagai momentum bergeraknya berbagai cara agar sebuah brand semakin hidup dan membumi.

Demikian halnya dengan Pinasthika. Sudah saatnya menjadi ajang melebur (melting)-nya seluruh insan kreatif negeri ini tanpa sekat pembatas, antara agency besar maupun kecil, saling memberi dan menerima, bertukar pikiran demi perkembangan industri periklanan Indonesia.

Bravo Pinasthika! Bravo Kreativitas!
(*disampaikan dalam katalog Pinasthika 2010)

Andika Dwijatmiko
CEO Syafa’at Marcomm
Direktur Pendidikan Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI)
Pengurus P3I Pengda DIY

Labels: ,

Monday, July 05, 2010

Babak baru, semangat baru!

Labels: , ,

Tuesday, November 17, 2009

Spiritualitas dalam Kreativitas



Dalam acara Talkshow yang diselenggarakan 16 Oktober lalu, masing-masing pembicara menyampaikan gagasan mengenai Spiritualitas dalam Kreativitas menurut pemahaman masing-masing. Dari beberapa point tersebut kurang lebih sebagai berikut:
1. Spiritualitas dimaknai sebagai kejujuran dalam berekspresi (tentu dalam konteks kreativitas). Dengan apa adanya menyampaikan sesuatu lewat verbal maupun visual dalam konteks seni maupun desain. Berbicara apa adanya tanpa ditutup-tutupi oleh belenggu-belenggu yang menghambat krreativitas dewasa ini.
2. Spiritualitas dalam Kreativitas diartikan sebagai sumbangan ide dengan iklan layanan masyarakat yang berisi edukasi, penyuluhan, penyadaran terhadap obyek tertentu kepada subyek tertentu yang beisi muatan kebajikan sehingga menjadi tercerahkan. Bisa dilpacement di ruang-ruang publik yang biasa menjadi tempat untuk lalu lalang menjalankan berbagai aktifitas.
3. Kehidupan seseorang semestinya terikat oleh bagaimana Tuhan mengekspresikan "perintah" dalam agama masing-masing orang. Sebagai seorang desainer atau seniman hendaknya menjalankan seluruh aktifitas berekspresinya berdasarkan perintah dan larangan-Nya. Sebagai 'Abdullah' keta'atan ini menjadi penting dalam berekspresi. Karena setiap pikiran dan tingkah laku kita akan dimintai pertanggungjawaban darinya. Setiap karya yang terwarnai oleh pikiran yang bersih karena mencoba untuk selalu menggali apa yang boleh dan apa yang dilarang oleh agama, maka karya tersebut akan memberikan pencerahan yang mendalam bagi siapa saja yang menjadi target audiencenya.

Labels: , , ,

Sunday, August 30, 2009

Ayo Kumpul Pengusaha

Labels:

Sunday, July 19, 2009

Islam bukan Agama Biadab

Berita bom di mega kuningan Jum'at pagi itu bikin miris ditelinga. Bukan hanya kita bersyukur karena penjurian Pinasthika akhirnya dipindah di Jogja, bukan karena nyesel nggak jadi nonton MU (wong beli tiketnya aja nggak!) dan bukan karena pancingan tuduhan SBY kepada lawan-lawan politiknya walaupun secara implisit. Tapi karena pasca peledakan, dubes Australia langsung menuding ini perbuatan kelompok Islam. Bahkan belum asap bom habis menguap pernyataan itu sudah terlontar. Jelas tanpa bukti, tanpa alasan.

Apakah Islam agama sebiadab itu?
Bahkan Rosulullah ketika masih berada di fase Mekah dimana para sahabat disiksa oleh orang-orang kafir Quraish sontak karena tidak tahan melihat penderitaan sahabatnya, Abu Bakar as Syidiq memohon kepada Rosulullah untuk membalas apa yang dilakukan dengan membentuk pasukan perang (karena Abu Bakar yakin menang karen ajumlah umat muslim sudah banyak) dan menyerang orang-orang kafir Quraish. Tapi apa jawab Rosulullah... "Lam Nu'mar bidzaalik" ... kita belum diperintahkan untuk itu. Itu bukti bahwa apa yang dilakukan Rosulullah hanya ketika Allah ridlo saja. Lalu kalau itu jaman dulu, sekarang kita bisa mencari dimana sekarang keridloan Allah? jelas! semuanya ada dalam Al Qur'an.

Jelas kan? Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ada pemutarbalikan makna jihad. Dan ini mesti diluruskan. Memang dakwah ini jauh dari kata selesai. Banyak orang muslim sendiri masih perlu halaqah untuk mendalami apa itu jihad, apa itu dakwah dan apa itu Rahmatan Lil 'Aalamiin... jangan-jangan kaum muslimin sendiri masih beda pendapat tentang itu.

Mmmhhh... mari belajar... swear Islam tidak sesempit yang dibayangkan orang selama ini. Jangan terpancing pendapat tak berdasar sehingga kita mudah menjek-jelekkan ummat sendiri.
Wallahua'lam Bishowab

Labels: ,

Tuesday, June 23, 2009

Pinasthika tinggal menghitung hari....

Tentang Pinasthika - Be The Legend
BE THE LEGEND

Tema ini akan menjadi semangat baru yang mampu membawa perubahan. Misinya menguak segala mimpi-mimpi terpendam untuk menjadi seorang yang mampu membawa perubahan. Belajar dari seorang legenda berarti memahami konsep idealisme. Sebagai seorang kreatif, memiliki idealisme adalah kode unik diantara banyaknya karya lain. Menciptakan sebuah masterpiece mampu menggerakkan hati banyak orang. Hingga akhirnya karya itu dikenang abadi.

Menempuh tantangan industri jauh ke depan nanti, maka tibalah saatnya untuk memberi kontribusi signifikan untuk industri daerah. Saatnya membawa ide-ide segar ini ke tingkat yang lebih tinggi. Pinasthika 2009 akan Go International. Entri akan mengikutsertakan agensi-agensi lokal seluruh Asia. Melalui gebrakan ini, Pinasthika memastikan positioning-nya sebagai ajang kompetisi agensi lokal, kini dengan lingkup lebih luas dan universal.

Maka saat ini Pinasthika akan 'berbicara' lebih universal. Hal ini dibangun dari pemahaman konsep periklanan yang dapat diterima dan berguna bagi semua lapisan masyarakat. Mengikuti ajang ini berarti juga menghargai ide-ide kreatif sejati. Karena sebuah karya orang iklan itu abadi.

lebih lengkapnya ada di www.pinasthikaward.com


Labels: ,

Sunday, June 07, 2009

Young Film Director Brief Pinasthika Ad Fest 2009

“Visit My City”

Key Facts/Issues:
Kota-kota di Indonesia memiliki ciri khas serta kelebihan masing-masing. Sangat menarik apabila kekhasan tiap-tiap kota itu mampu diangkat ke permukaan menjadi satu aset yang mampu mempengaruhi pendapatan daerah berkaitan dengan otonomi daerah yang telah dicanangkan lama.

Pariwisata merupakan hal menarik yang bisa diangkat ke dalam sebuah wacana. Masing-masing daerah/kota tentu saja memiliki tempat pariwisata yang beragam. Setiap sudut menyimpan budaya lokal yang beragam pula. Kebiasaan-kebiasaan masyarakat yang khas dalam keseharian, rasanya menarik untuk kita jadikan sebagai alasan mengapa tema ini diangkat.

Selain itu daya tarik pendidikan (bagi kota yang memiliki infrastruktur pendidikan) juga menjadi hal menarik untuk dijadikan lahan untuk mengembangkan potensi kota menjadi nilai jual kompetitif. Kampus baru maupun lama yang ada di kota tersebut. Keramahan masyarakat yang ada, bisa dijadikan petunjuk bagi mereka yang ingin tenang untuk belajar dan mengembangkan potensi diri.

Banyak hal menarik yang sayang untuk dilewatkan saat kita menyadari adanya keragaman, potensi, budaya, pariwisata, di masing-masing kota di Indonesia. Sejarahnya, impiannya, segalanya begitu memperkaya ragam budaya masing-masing kota/daerah. Bila dibawa dalam kompetisi promosi yang baik, kreatif serta mendidik tentu saja akan menambah keindahan Indonesia.

Advertising Objectives
Mengajak banyak orang untuk datang ke kota kita tercinta. Untuk berlibur, belanja, belajar dan apapun yang bisa dilakukan agar orang mau untuk singgah, betah hingga nanti akan datang kembali.

Primary Target Audience
Keluarga, SES A/B

Secondary Target Audience
Lulusan SMA, Mahasiswa, SES A/B, 19 – 24 th
Gemar bersosialisasi, peka terhadap informasi teknologi.

Key Message
Bantu Pemerintah Kota untuk mengajak banyak orang untuk datang dan singgah di kota tercinta.

Mandatory
Komunikasikan Iklan Layanan Masyarakat ini dalam film iklan (TVC) maksimal berdurasi 60 detik.
Pesan utama dipersembahkan oleh kota/ kabupaten yang diangkat.
Berbicara tentang kota/kabupaten, bukan setingkat propinsi/karesidenan. Bekerja sama dengan PPPI (Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia)
Terdapat dua logo yang wajib tampil; 1. Logo Pemkab/Pemkot setempat, 2. Logo PPPI

Tone & Manner
Humanis, dinamis, menyentuh, dengan gaya bertutur sesuai karakter kota masing-masing.

Call For Action
Wah menarik! minggu depan aku akan berlibur di kota itu.
Yap! Itu kota yang cocok untuk belajar. Aku akan daftar di sana.
Keren kotanya… banyak yang khas… aku bisa beli oleh-oleh disana.
Mmmhh… rugi kalau nggak maen kesana! Akan kuajak teman-temanku kesana.

Labels:

Wednesday, June 03, 2009

Ad Student Brief Pinasthika Ad Fest 2009

“Mimpi untuk Masa Depan Anak Indonesia”


Key Facts/Issues:

Pernahkah Anda bayangkan bahwa jumlah anak putus sekolah di negeri tercinta ini ternyata sudah puluhan juta? Menurut data resmi yang dihimpun dari 33 Kantor Komnas Perlindungan Anak (PA) di 33 provinsi, jumlah anak putus sekolah pada tahun 2007 sudah mencapai 11,7 juta jiwa. Jumlah itu pasti sudah bertambah lagi tahun ini, mengingat keadaan ekonomi nasional yang kian memburuk.
Ternyata, peningkatan jumlah anak putus sekolah di Indonesia sangat mengerikan. Lihatlah, pada tahun 2006 jumlahnya “masih” sekitar 9,7 juta anak; namun setahun kemudian sudah bertambah sekitar 20 % menjadi 11,7 juta jiwa. Tidak ada keterangan dari Komnas PA apakah jumlah tersebut merupakan akumulasi data tahun sebelumnya, lalu ditambah dengan jumlah anak-anak yang baru saja putus sekolah. Tapi kalaupun jumlah itu bersifat kumulatif, tetap saja terasa sangat menyesakkan.

Bayangkan, gairah belajar 12 juta anak terpaksa dipadamkan. Dan 12 juta harapan yang melambung kini kandas di dataran realitas yang keras, seperti balon raksasa ditusuk secara kasar hingga kempes dalam sekejap. Ini bencana nasional dengan implikasi yang sangat luas, bahkan mengerikan.

Dewasa ini dimana tuntutan standar pendidikan demikian tinggi dengan slogan kesempatan seluas-luasnya bagi anak Indonesia untuk belajar ternyata tidak seimbang dengan kenyataan. Sangat banyak anak Indonesia yang tidak memiliki kesempatan belajar selayaknya anak-anak orang berpunya. Anak cerdas, pintar, memiliki etos yang tinggi untuk belajar tetapi dirundung duka karena kesempatan itu sirna direnggut kejamnya kehidupan, karena tuntutan orang tua agar anak-anaknya membantu mencari sesuap nasi. Akhirnya panasnya matahari lebih akrab dari pada pensil, debu jalanan lebih intim dibandingkan buku pelajaran, mereka tidak tahu masa depan mereka akan seperti apa. Apakah sama dengan orang tuanya? Menjadi pemulung di kolong jembatan, atau pedagang kecil kaki lima tanpa modal. Atau justru sebaliknya mereka akan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik? Tampaknya mimpipun mereka takut, karena kesempatan itu tidak datang pada mereka.

Tidak semua anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk merengkuh mimpi-mimpinya. Masih banyak dari mereka tidak mampu. Saatnya sekarang mengajak semua orang untuk peduli. Saatnya masyarakat yang mempunyai kemampuan lebih untuk turun tangan mengambil bagian dalam mengisi masa depan anak-anak Indonesia. Kalau tidak sekarang, kapan lagi? Mimpi mereka sudah harus dikejar.

Advertising Objectives
Mengajak kepada semua orang yang mampu untuk mendonasikan sebagian hartanya untuk anak-anak Indonesia. Memberikan gambaran yang jelas bahwa tanpa partisipasi masyarakat, anak-anak Indonesia tidak akan mendapatkan kesempatan meraih mimpi-mimpinya

Primary Target Audience
Eksekutif mapan SES A/B, 35 – 45 th
Rutin mencari informasi pada media massa cetak dan elektronik, memiliki email dan akun jejaring sosial, tergabung dalam komunitas/organisasi masyarakat.

Key Message
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) mendorong masyarakat untuk ikut berpartisipasi aktif membangun masa depan generasi bangsa dengan membantu anak Indonesia meraih impiannya.

Mandatory
- Komunikasikan Iklan Layanan Masyarakat ini dalam iklan cetak (print ad) yang dipersembahkan oleh PPPI Peduli sebagai mediator utama.
- Arahkan aksi donasi pada situs www.pppipeduli.or.id

Tone & Manner
Humanis, dinamis, kreatif.

Call For Action
- Ya! Saya akan donasi sekarang juga.
- Aku harus bantu anak Indonesia untuk meraih mimpi mereka.
- Tidak bisa ditunda lagi, aku harus sisihkan semampuku untuk mereka.

Labels: ,

Monday, June 01, 2009

launching syafa'at jakarta


dari ki ke ka: Karebet Widjayakusuma (SEM Institute/ host), Dwi Condro (Finance Director), Bey Laspriana (Account Director), Wawan (Graphic Designer), Cahyono (AE), Junaedi (Marketing), Civic Jati Prastowo (Branch Director), Uukz (Art Director), Andika (CEO), Ayip (AD), Anggie (AE), Jamil Azzaini (Inspirator SuksesMulia)

Labels: ,

Tuesday, April 14, 2009

Acara Seru...

Labels: ,

Wednesday, April 08, 2009

seminar & penjurian communication freak '09

Sunday, March 29, 2009

seminar sehari suplemen orang-orang kreatif



Labels: , ,