Friday, November 20, 2009

Merenung Pagi

sepii...
pagi yang senyap
seperti tidak ada mimpi
yang riuh pagi ini
sulit terlelap
merenung pagi...
akan jadi apa hidup ini

sepii....
seperti bingung hadapi hari-hari
rutin kerjaan sehari-hari
selintas ingat!
pesan Rosulullah
hidup hanya sekali
yang akan dimintai pertanggungjawaban
kelak setelah mati
buatlah prestasi...
karena Tuhanmu telah beri semuanya hari ini
lengkap...
lengkap
tidak ada yang kurang satupun!
ayo semangat hadapi hari ini
untuk prestasi tiada henti....

Labels: , ,

Thursday, December 25, 2008

Sapa pagi... maaf dan selamat tahun baru



Kadang apa yang kita rencanakan, disiapkan, dan kita sukai muncul dengan dengan kondisi yang tidak seperti yang kita bayangkan... tapi bisa juga hal-hal yang tidak kita persiapkan justru membawa angin segar dalam hidup kita. Tapi percayalah apapun yang akan muncul dalam hidup kita itu sebetulnya karena akibat dari perbuatan kita sendiri. Jadi, apapun yang menimpa diri kita selaiknya kita instrospeksi siapa tahu memang karena kesalahan kita dimasa lalu. Planning-planning kita pekerjaan kita, hubungan sosial kita, semangat kita dalam menggapai mimpi, keseriusan beribadah kita, kedekatan kita pada Tuhan, apapun itu... karena perencanaan sebaik apapun tidak akan terwujud karena akhirnya Allah memberikan pilihan lain (yang barangkali lebih baik, tapi kadang kita tidak bisa menerimanya... atau belum tahu hikmah apa yang ada dibaliknya). Keinginan yang meleset itu termasuk blog ini yang tidak bisa dibukak selama empat hari lamanya... maafkan saya atas kesalahan teknis ini.

Cukup berat rasanya menerimanya. Tahun ini kehilangan dua orang sahabat yang sangat berpengaruh dalam kehidupan. Pertama Farid Armanto yang dua bulan lalu dipanggil Yang Kuasa dalam sebuah kecelakaan, dialah yang menemani karir dan bersama-sama menekuni dunia desain grafis. Yang mengajari berbagai software grafis, dan sampai sekarang kita pakai dalam pekerjaan sehari-hari... barangkali tidak hanya saya karena teman-teman sekampuspun sering mendapatkan tips dari dia. Semoga menjadi salah satu amal soleh.

Kedua, Ahmad Halwani dengan sapaan akrabnya "Weni". Siapapun yang sering ningkrong di masjid kampus Al Muhtar ISI, tidak akan ada yang tidak mengenalnya. Selasa kemaren dalam sebuah kecelakaan lalu linntas, dipanggil Allah dalam usia yang sangat muda 33 tahun. Usia yang sedang hangatnya merangkak menuju cita-cita, usia yang sedang belajar berumahtangga apalagi istrinya sedang mengandung 6 bulan, usia dimana jatidiri itu mulai terlihat nyata dan semakin mantap melangkahi kehidupan ini. Sosok Weni adalah tipikal mahasiswa 'garis lurus' kalu kita menjulukinya. Dalam kehidupannya selalu diisi dengan aktifitas dakwah, amar ma'ruf nahi mungkar. Tidak ada celaan sedikitpun saya rasakan ketika bergaul dengannya. Weni lah yang memperkenalkan aktifitas kerohanian di ISI sehingga temen-temen tertarik ikut dan bersama-sama membangun aqidah Islam ini di kampus. Selamat tinggal Weni... kami mantap melepasmu... kesolehanmu, kekentalan ibadahmu... membuat kami iri... kamu pasti jauh lebih siap menghadap sang Khaliq... semoga kami bisa mengikuti jejak solehmu... Amin.

Sebentar lagi Satu Muharrom akan datang, pergantian tahun memang selalu ada... tapi refleksi yang menghantarkan kita arah yang lebih baik dalam segala hal tidak datang tiap tahun... cukup sudah pelajaran berharga di tahun ini sebagai sumbu penyadaran kehidupan... jadikan pergantian tahun ini sebagai momentum perubahan, momentum penyesalan atas segala dosa, momentum untuk berserah diri dan semakin dekat pada-Nya. Tidak ada guna hidup lama didunia tetapi tidak pernah taat pada-Nya. Seperti mayat hidup yang tiada arti... selalu mencari kebahagiaan yang tidak hakiki... Selamat Tahun Baru, selamat memperbaiki aktifitas diri... Semoga Allah SWT selalu menuntun kita....

(image diambil dari www.flickr.com)


Labels: , ,

Wednesday, November 12, 2008

Ada dua macam manusia di dunia ini, mereka yang mencari alasan

dan mereka mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan

selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai, dan

orang yang mencari keberhasilan selalu mencari alasan mengapa

pekerjannya dapat terselesaikan.


Alan Cohen

Labels:

Tuesday, October 07, 2008

Mohon Maaf Segala Khilaf


Tiada kata yang lebih indah di hari yang fitri ini selain "Oke... aku maafkan segala khilafmu padaku.". Kami sekeluarga mohon maaf atas segala kesalahan kami selama ini. Semoga ibadah saum dan amalan ibadah kita selama bulan Ramadhan diterima Allah SWT. Amiin.

Selamat Idhul Fitri 1429 H. Taqabalallahu Mina Waminkum.

Labels: ,

Friday, September 12, 2008

Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat melihat bahwa
bukan kebahagiaan yang membuat kita berterimakasih, namun rasa
terima kasihlah yang membuat kita berbahagia.


Albert Clarke

Labels:

Saturday, September 06, 2008

"knowing yourself is the beginning of all wisdom"

aristoteles

Labels:

Wednesday, August 20, 2008

"Some people become a cops, to make the world a better place.
Some other become a designer, to make the world a better looking place"

(dijiplak dan diubah dari banksy, yang menjiplak dan mengubah dari entah quote dimana__Budi Utama)

Labels:

Monday, June 30, 2008

Siapa saja yang berusaha penuhi kebutuhan saudaranya dan berhasil, maka itu lebih baik ketimbang iktikaf sepuluh tahun. Padahal siapa saja yang iktikaf karena Allah sehari saja, maka Allah akan menjadikan jarak dirinya dengan neraka sepanjang tiga parit, yang jauhnya lebih jauh ketimbang langit dan bumi.
(HR. Al Hakim, Baihaqi)

Labels:

Thursday, June 05, 2008

Semua manusia akan rusak,
kecuali orang yang berilmu
Orang yang berilmupun akan rusak,
kecuali orang yang beramal
Orang yang beramalpun akan rusak,
kecuali yang ikhlas

Labels:

Tuesday, April 01, 2008

jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak bisa dibawa mati

- emha ainun najib -

Labels:

Tuesday, March 18, 2008

Ayat-ayat Cinta


Film menarik besutan Hanung Bramantyo ini menjadi booming, laris manis bak kacang kulit rasa gurih dan renyah menjadi hiburan alternative ditengah-tengah film horor dan percintaan gaya sutradara muda Indonesia. Film yang mengambil dari novel Habiburrahman El Shirazy ini mampu membuat sibuk penulisnya untuk diundang berbagai acara seminar dan bedah buku, yang sebetulnya sudah lama terbitnya.

Walaupun banyak cerita di novel yang tidak ditampilkan diversi layar lebarnya, film ini membuat pesona wanita-wanita muslimah berkerudung untuk bareng-bareng nonton film ini dan keluar dari gedung bioskop dengan mata sembab (kata kompas minggu yang tanggalnya lupa, Maret 2008). Ini menjadi menarik… itu bukti bahwa masyarakat Indonesia sudah lama merindukan film layar lebar bermuatan spiritual. Kata penulisnya… sekarang sedang akan terbit novel barunya Bidadari bermata biru yang tokoh utamanya perempuan. Mudah-mudahan ada produser semacam keluarga Punjabi yang melirik lagi untuk dijadikan film layar lebar.

Dari tayangan kurang lebih satu setengah jam itu ada kata-kata menarik yang sempat terekam dibenak saya… semoga bisa menjadi renungan kehidupan kita.

Pertama, sewaktu Fahri tokoh utama film ini berdialog dengan temannya satu sel di penjara Mesir. Saya menuliskan Fahri dengan F dan temannya dipenjara dengan T

T: Hahahahaha… terima sajaa…. Kita disini semua sama….
F: Tidak!... aku tidak sama… aku disini difitnah… aku tidak salah… aku disini justru karena perempuan yang aku bela kehormatannya
T: Hey… hahahaha….. kita semua yang ada dibalik jeruji penjara ini sama… Tuhan bukan ada hanya untuk orang-orang yang taat saja… hahahahaha

T: Anak Al Azhar kok tidak tahu itu kunci sholat… hahahaha… jangan2 engkau sholat kalo lagi ada masalah… hahahaha….
T: Hahahaha…. Dikeluarkan dari Al Azhar… hahaha… itu bukan kiamat Fahri… hey bangun… bangun Fahri…. Banguuunn… Allah sedang berbicara kepadamu Fahrii…. Allah sedang mengingatkanmu untuk tidak sombooong…
F: Apa salah saya kepada Allah… kenapa Allah begitu teganya….
T: Istighfar Indonesiaa…. Istighfaarrr… ingat lagi siapa dirimuuu…. Apa yang telah kau lakukan selama ini, hahaha… tidakkah kau sombong Fahri… engkau merasa paling benaarrr… kau merasa paling sssuciiiii…… bahkan dihadapan istrimu sendiriii…. Hahahahahaha
Engkau ingat kisah Yusuf Alaisalaammm dan Zulaiha … hahahaha… Zulaiha telah menuduh memperkosanya padahal dia sendiri yang tidak tahaaannnn…. dengan ketampanan yusuf hahaha…. Fitnah itu… semua fitnah Fahri… Zulaiha menfitnah Yusuf memperkosa dia… hingga Yusuf dipenjara… apakah Yusuf berontak? Tidaaak Fahriii…. Yusuf tahu Allah sedang berbicara kepadanya… kamu mau tahu apa yang dikatakan Yusuf? Kamu mau tahu apa yang dikatakan Yusuf? Kata Yusuf… Yaa Allah jika kehidupan penjara lebih berarti bagiiiku daripada dunia luar, maka aku lebih memilih tinggal dipenjara tetapi lebih dekat dengan-Mu dari pada aku hidup bersama manusia pendusta… Allah sedang berbicara kepadamu tentang sabaar… dan ikhlaasss…. sabar… dan ikhlas itu Islam… Fahriii….
F: Astaghfirullah…..

Kemudian ada kalimat bagus sewaktu Fahri di masjid dan secara tidak sengaja ndengar ustadz yang sedang ngisi pengajian. Waktu itu Fahri sedang bingung bagaimana menghadapi dua istrinya….

Tidak pernah ada orang yang minta susah
Tapi ketika kesusahan datang pada kita, apakah kita harus marah?
Capek sekali hidup kita jadinya…
Sebagai muslim kita tidak boleh menyerah
Allah selalu bersama orang-orang yang berusaha

Yang terakhir, ketika sakit Maria (istri kedua Fahri) semakin parah dan beberapa saat menjelang kematiannya, dia berkata…

Fahri… Aisah… aku minta maaf…
Tidak ada yang harus minta maaf Maria…
Aku minta maaf bukan karena kesalahanku… tapi karena kebodohanku… sekarang aku baru ngerti … antara cinta dan keinginan untuk memiliki, tidak sama…. Maafin aku…

Labels:

Wednesday, February 27, 2008

"dunia... bukan tempatnya untuk menyempurnakan nikmat"

Labels:

Saturday, January 12, 2008

Iseng

Barusan buka milis Kubik. Kayaknya guyonan lama... tapi nggak papa tak posting aja ... saya sukak soalnya. Maaf kalo udah pernah baca.

Gembala Kambing

Suatu hari, Fulan berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya.
Fulan bertanya dengan takjub
Fulan: "Pak, boleh nanya nih?"
Gembala: "Boleh"
Fulan : "Kambing-kambing bapak sehat sekali,bapak
kasih makan apa?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang
putih?"
Fulan : "mmmm ...Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput
basah"
Fulan : "ohh...kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Fulan : "hmmm...kambing- kambing ini, kuat jalan
berapa kilo pak?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang
putih?"
Fulan : "mmmm Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, 4 km sehari"
Fulan : "kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Si Fulan mulai gondok.... : "kambing ini,menghasilkan
banyak bulu ngga
pak, pertahunnya? "
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang
putih?"
Fulan : "(dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..."
Gembala : "oh, yang hitam, banyak...10 kg/th" Fulan :
"kalo yang
putih...?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : "BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA
INI, KALO
JAWABANNYA SAMA??????"
Gembala : "oh, gini dik, soalnya yang hitam itu,punya
saya...."
Fulan : "Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi... , kalo
yang putih?"
Gembala : "yang putih juga"

Labels:

Saturday, December 29, 2007

Hidup ini untuk apa....


Banyak kejadian mengejutkan mampir di maklumat sanubari kita. Dari meninggalnya pelawak Basuki, politikus Benazir Butto. Tertangkapnya Roy Marten yang "nyabu" setelah malamnya bikin kampanye anti narkoba bersama GRANAT, Faris RM, Ahmad Albar, sampai musibah banjir yang melanda daerah-daerah yang secara kasat mata secara geografis sulit diterima kalau daerah tersebut bisa terjadi banjir. Benar-benar menjadi pelajaran berharga. Kehidupan bisa berubah-ubah setiap waktu... seolah hidup ini serba kejutan. Tidak ada satu manusiapun yang mampu menebak kejadian masa depan. Boro-boro tahun depan, esok haripun kita tak akan sanggup. Ajal dapat sewaktu-waktu mampir dihadapan kita. Tidak peduli tua maupun muda. Kita tidak bisa menghindar satu detikpun.

Seperti dibukunya terbitan LKIS (saya lupa penulisnya) judulnya "Labirin Impian" yang kebetulan saya ikut bantu bikin desain cover bukunya. Di buku itu diceritakan bagaimana seorang yang kaya raya... semuanya dia miliki... harta, kekuasaan, kesenangan... apapun yang dia minta... zaph... ada dihadapan. Tapi suatu saat ada sebuah kejadian yang membuat dia ingat tentang kematian. Dia takut... ajal datang pada dirinya. Dia bangun rumah besar bertembok tebal dan dikawal sepasukan bayaran berseragam baja serta anjing-anjing besar terlatih yang jumlahnya puluhan disebar disekeliling rumah. Didalam rumah dibangun labirin yang kokoh serta berliku. Dia bersembunyi di tengah-tengah labirin rumit yang dia bangun dengan melibatkan arsitek yang hebat. Seolah apa yang dia lakukan, "ajal" tidak akan mungkin datang pada dirinya. Stress berat menghampirinya... kebayang semua... kejahatan-kejahatan yang pernah dilakukan... berapa manusia yang pernah dizalimi... berapa luas alam pernah dieksploitasi (kalau ini tambahan dr saya saja... biar tambah heboh).

Beberapa hari kemudian... seorang penjaga mencoba menghampiri tuannya sembari membawa perbekalan yg banyak dan hidangan kesukaannya. Dia melihat seonggok mayat meringkuk dan bersembunyi di bawah meja. Si Kaya itu mati dengan mengenaskan!

Semoga kita termasuk orang-orang beriman yang selalu siap... kapanpun ajal datang yang tentu saja diiringi dengan memperbanyak amal. Dan sebelum hidup ini terus berlanjut... sebaiknya kita sudah mampu menjawab: Hidup ini untuk apa... sehingga amalan-amalan kita tetap sesuai dengan siapa yang ngasih kehidupan di dunia ini.... agar amalan kita tidak sia-sia... semoga....

Labels: ,

Thursday, November 22, 2007

Mengais rezeki di pagi buta

Suasana pagi itu masih gelap dan terasa dingin menusuk sampai ke tulang rusuk. Mata sembab karena kantuk yang berlebihan… coba telusuri jalanan pagi yang masih gelap itu dengan tubuh gontai. Inginnya mempercepat laju sepeda motor tapi apa lacur tak kuasa badan ini untuk menahan angin paginya yang dingin. Pelan-pelan sambil melihat keadaan sekitar tampak disebelah kanan dan kiri berlawanan arah dengan saya. Para penjual gerabah dari arah kasongan yang tampaknya akan dibawa ke pasar. Ada yang naik sepeda membawa barang gerabah itu sampai menggunung… kebayang aja kalau ada angin rebut, hujan atau bis malem yang ugal-ugalan nyerempet… naudzubillah. Ada juga yang membawa dengan dipikul dengan kekuatan tubuhnya yang kurus karena memang tidak punya sepeda apalagi motor.

Bayangkan… jam tiga pagi mereka sudah bangun untuk membawa barang begitu berat dengan jarak yang jauh dengan transportasi sekedarnya dan hasil yang belum tentu menggembirakan. Kira-kira apabila mereka pulang kerumah dan tidak membawa sepeserpun rupiah… istri dan anaknya akan berbicara apa ya… sementara yang pasti kebutuhan hidup mereka saat ini tentulah sangat banyak. Harga-harga kebutuhan pokok melambung tinggi, boro-boro biaya kesehatan, untuk biaya sekolah anak-anak saja bisa jadi bukan menjadi yang diprioritaskan. “Untuk bisa makan saja sudah Alhamdulillah” barangkali itu yang terucap.

Semalam suntuk kita memikirkan proyek seharga jutaan rupiah ditemani internet, ruangan ber ac, kendaraan yang siap antar jemput kemanapun, alat komunikasi… makanan siap saji… tapi kadang yang keluar dari pikiran dan tingkah kita adalah keluhan… kebingungan… merasa kurang… dan selalu kurang. Tidak pernah terlintas dalam diri kita orang lain yang bekerja untuk keluarganya dengan keterbatasan fasilitas dan keahlian, bekerja hanya untuk sesuap nasi untuk hari itu. Untuk besok? Mereka akan cari esok harinya. Tidak pernahkan kita bersyukur dengan apa yang sudah diberikan Allah kepada kita. Potensi hebat yang diberikan setiap manusia, dan nasib yang ada ditangan kita sendiri.

Pernahkah kita bersyukur dengan turut peduli dan membantu orang lain yang keadaannya lebih sulit dari pada kita. Pernahkah kita berkata didepan orang yang kondisinya lebih sulit dibanding kita… “Kita sudah merasa cukup pak… ”. Pernahkan sebentar saja kita merenung tentang apa yang pernah dikatakan Rosulullah “Tidak termasuk umatku apabila bangun dipagi hari tetapi tidak memikirkan urusan kaum muslimin…”

Labels:

Thursday, November 08, 2007

pengen sesering-seringnya ketemu org laen....

Kesibukan bukan hal luarbiasa di jagad menjelang globalisasi yang hampir utuh ini. Kadang kepenatan pikiran karena hempasan brief, d/l, dan problem-problem kantor lainnya silih berganti menyerang tidak hanya pikiran tapi berimbas ke fisik juga. Menjadi kita jadi lupa akan potensi yang diberika oleh Allah tersebut untuk bersosialisasi dengan orang lain. Bertegur sapa... ngobrol... menjalin lagi pertemanan yang sempet terhenti bukan karena bertengkar, bukan karena saling benci, tapi masalah lain... saling sibuk dengan urusannya masing-masing. Membuka kembali komunikasi kepada siapa saja yang dulu pernah merajut kehidupan kita, siapa saja yang dulu pernah menolong, ditolong, atau sekedar hubungan pertemanan dengan ngobrol kosong yang kadang hanya mengisi waktu-waktu kita dahulu... namun sekarang membawa kenangan khusus ketika kita mengingatnya.

Memang benar... para motivator menyarankan kepada kita untuk menatap masa depan jangan menoleh kebelakang. Itu benar... setidaknya sebagai motivasi. Namun masa lalu tetaplah masa lalu... hasil torehan kita. Bukan orang lain. Masing-masing memberikan kenangan. Tentu untuk menjadikan masa lalu bahan muhasabah (evaluasi).
Termasuk apa yg sudah pernah kita kenal. Tetaplah semestinya kita kenal. Bukan untuk dilupakan. Karena satu teman akan menjadi satu networking yang akan menyelamatkan kita dunia dan akherat. Mengapa? Karena sillaturrahim... atau juga sillahukhuwah itu perintah dari-Nya. Tidak hanya perintah... tapi akan membawa kita pada kehidupan yang lebih baik. Fiddunya wal aakhirah.
Insya Allah

Labels:

Wednesday, October 24, 2007

kotak, atau kartu lebaran...??

Aksi sebar kartu lebaran tahun ini bukan lantaran karena kasihan sama kantor pos... atau bukan karena pengen nyaingi sms. Lebih karena ingin menebar energi positif dengan memberikan penghargaan sebesar2nya buat seluruh klien yang pernah, sedang, akan dan masih bekerjasama dengan syafa'at. Makasih banget buat tim kreatif (Ipung, Hikmah, Uukz) yang sudah mikirin dan bikin eksekusinya secara handmate. Ketekunan/ kreatifitas kalian insya Allah terhitung sebagai amal soleh... apalagi bikinnya pas ramadhan... amiin.










Kartu lebaran dua edisi. Edisi kotak dan edisi hemat (kartu). Soalnya biasa... terbatas dananya... semua nggak bisa dibikin kotak. Isi kotaknya kurma yang dibalut alumunium voil. Masing-masing ditempel kertas gulungan kecil yang kalau ditarik terbaca... ada pesan disana.













1. Introspeksi dan respek untuk men
uju perubahan agar lebih baik dalam melayani.
2. Tersenyum dan mantapkan hati, fokus pada satu tujuan, meminta maaf.
3. Memulainya dengan hati yang i
khlas, manis dan lemah lembut
datang dengan hantaran sebagai penca
ir suasana hati, hingga terucap kata Alhamdulillah dimaafkan.
4. Selamat Idul Fitri mohon maaf lahir dan
batin.

Untuk yang edisi kartu... tetep pengennya dibuat istimewa... karena kami ingin tidak ada perbedaan antara yang diberikan kotak sama yang kartu. Semuanya istimewa menurut kami. Hanya masalah undian sajalah sehingga kami harus memilih. Bukan karena ada maksud lain. swear... Selain penghematan maksudnya.... hehehe.....

Labels: , ,

Friday, September 21, 2007

Menjawab pertanyaan satu tahun yang lalu

Seorang teman (muallaf) pada suatu kesempatan pernah bertanya kepada saya tentang masalah ke-Islaman. Pertanyaannya begini… “Mengapa Allah menciptakan neraka! Itukan bertentangan dengan sifat Allah yang maha pemurah lagi maha penyayang. Dan mengapa Allah menciptakan kekejaman dengan memasukkan manusia yang dianggap berdosa ke neraka untuk dihukum”.

Kurang lebih setahun lamanya saya mencari jawaban yang tepat, dengan bahasa yang pas, dan mampu memberikan persepsi yang benar terhadap Islam. Beberapa ustadz sempat saya temui untuk mendapatkan jawaban pertanyaan tersebut. Saya akan paparkan pendapat-pendapat tersebut. Bisa jadi setelah saya menuliskannya nanti ada diantara rekan-rekan yang baca blog saya ini bisa memberikan masukan… kira-kira kalimat yang baik dan benar (disertai dalil kalau perlu) bisa menambah kentalnya jawaban. Terima Kasih.

Jawaban Versi Pertama:

Allah dengan sifatnya yang pengasih dan penyayang justru terlihat dari sifat tegasnya untuk memberikan kejelasan khususnya bagi yang beramal sholeh akan ditempatkan pada syurga Allah, dan yang jahat akan dimasukkan ke neraka sesuai amalannya. Ketegasan ini tidak bisa diukur dengan pemikiran manusia. Itu sudah menjadi ketentuan Allah. Manusia tidak bisa mengubahnya.

Jawaban Versi Kedua:

Siapa bilang bertentangan dengan sifat Allah. Di ama’ul husna Allah memiliki sifat Al Muntaqiim (Maha Penyiksa), atau Al Mumiitu (Maha Mematikan), Malikul Mulk (Mutlak sifat Penguasa Kerajaan--Semesta), A Mudzil (Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan --makhluknya).

Jawaban Versi Ketiga:

Kalau saya, tidak akan menjawab langsung pertanyaan tersebut tapi akan saya ajak untuk berfikir bareng. Yaitu contoh dengan permisalan kenapa Allah menciptakan manusia ke bumi. Manusia ada yg taat dan ada yg mungkar kenapa Allah. Mengapa capek-capek menciptakan manusia.Itu adalah iradhah Allah… kehendak Allah. Pertanyaan diatas karena cara berpikir kita menggunakan cara berpikir manusia. Semua di standarkan dgn cara berpikir manusia padahal setiap kehendak Allah tidak semua yg bisa distandartkan dengan alur logika manusia. Artinya untuk hal-hal diatas kita kembalikan lagi bahwa itu semua iradhah Allah. Alasan Allah spt apa? hanya Allah yg tahu.

Pertanyaan tersebut biasanya dilontarkan oleh orang-orang filsafat. Kalau ingin jawabannya lebih pas, maka pendekatannya mesti dengan pendekatan keimanan. Beresin dulu aqidahnya.

Atau dengan penjelasan lainya seperti… bahwa Allah telah menciptakan makhluk lain seperti syaitan. Dia selalu membujuk manusia kearah kesesatan. Allah menurunkan Al Qur’an sebagai way of life bagi manusia, tetapi manusia juga diberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. Kemudia keadilan Allah muncul disini dengan memberikan balasan kepada yang memilih kebaikan sehingga allah menciptakan Syurga, dan diberikannya neraka bagi yang menentang perintah Allah.

Begitulah tiga versi jawaban yang saya dapatkan. Dari ketiganya menurut saya ada benang merah yang bisa diambil. Bahwa Allah menciptakan dunia serta isinya, menciptakan manusia, jin, syaitan, surga, neraka, menciptakan Al Qur’an dll. Itu adalah iradah Allah. Sudah menjadi ketentuan Allah dan sudah dijabarkan didalam al Qur’an. “Tidak Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku” Adz Dzariyaat 56. Al Qur’an sebagai tuntunan manusia agar selamat hidupnya di dunia dan di Akherat adalah petunjuk yang final. Tidak satupun makhluk Allah yang bisa mencegah ketentuan ini. Manusia diciptakan Allah untuk taat pada-Nya. Walaupun Allah memberikan kebebasan untuk memilih jalan mana yang akan ditempuh. Kebaikan, atau kesesatan. Sangat masuk akal apabila Allah telah memberikan kebebasan seperti itu dan memberikan informasi valid didalam Al Qur’an tentang neraka yang diperuntukkan bagi yang sesat, dan tempat yang indah yaitu Syurga bagi makhluknya yang taat dan kekal didalamnya. Penciptaan neraka dan kekejaman-kekejaman yang telah diinformasikan didalam Al Qur’an bukan bertentangan dengan sifat Allah karena Allah sesungguhnya memiliki 99 nama sekaligus menjelaskan sifat-sifatnya. Seperti Al Muntaqim (Maha Penyiksa), atau Al Mumiitu (Maha Mematikan), Malikul Mulk (Mutlak sifat Penguasa Kerajaan--Semesta), A Mudzil (Yang Memiliki Mutlak sifat Yang Menghinakan --makhluknya).

Wallahu a’lam Bhisowab

Labels: ,

Wednesday, September 19, 2007

Semakin lama hidup di dunia,
rasanya... semakin banyak yang tidak saya ketahui.

anonim

Labels:

Sunday, September 09, 2007

Renungan

Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!

Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.

Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.

Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa. Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Al-qur’an tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.

Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di saf paling belakang ketika berada di Masjid

Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama 30 hari ketika berpuasa.

Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk sholat 5 waktu; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saatterakhir untuk event yangmenyenangkan.

Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam al qur’an; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.

Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci AlQuran.

Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa.

(diambil dari motivasi.web.id, menjadi perenungan kita bersama menjelang bulan ramadhan)

Labels: , ,